Kamis, 13 September 2012

Dasar Pemikiran

Sesungguhnya untuk mencetak kader tangguh yang punya pola fikir syumul (integrated) terhadap agama ini diperlukan pembinaan dan pembentukan kepribadian sejak dini (kecil) dengan mengisi hati dan pikiran mereka dengan Al-Qur’an kalamullah, dengan begitu al-qur’an diharapkan akan menjadi filter, dasar berpikir, alat motivasi dan dorongan untuk berkarya  sekaligus membentuk ghirah dan semangat mereka terhadap Islam tak pernah padam, maka dipandang perlu adanya Rumah Tahfidz sekaligus dasar pendidikan dari Bustanul Athfal (TK) sampai Ma’had Aliy (Perguruan Tinggi) yang mempunyai dasar kurikulum yang terintegral dengan Zikir dan Fikir yang dapat menumbuhkan dan menetapkan kecerdasan emosional (Emotional Question) dengan kecerdasan intelektual (Intelektual Question) terpadu dalam kecerdasan spiritual (Spritual Question) sementara berangkat dari interigralisasi dari 3 kecerdasan tersebut menbutuhkan wadah/situasi atau yang dapat menjadi Rihlah Rulhyah (Rekreasi Batin) untuk dapat merenung ditengah Alam yang indah, merasakan kebesaran (Tuhan) dan mencoba mendekati Dia dalam hati dan rasa dengan berzikir dan berwirid yang  tujuannya ialah untuk menenangkan hati, menginstopereksi diri (Muhasabah), menggali potensi hati dan ruhiyah untuk membangun kekuatan ruh, akal dan hati dalam dimensi tauhid yang aplikatif, berangkat dari itu maka dibutuhkan medan atau wisata hati yang dapat menunjang hal tersebut.

Hal yang sama dalam membangun peradaban Islami maka dibutuhkan Visi membangun masyarakat dalam berbagai bidang, membina agama mereka, mendampingi mereka dengan mengajarkan skill/ketrampilan hidup mereka mengajarkan skill/keterampilan hidup untuk dapat mandiri dalam mencari nafkah kehidupan maka dipandang perlu usaha peternakan, perikanan perkebunan, home Industri, pertokoan, pasar dan lembaga keuangan dan koperasi sebagai badan/lembaga yang dapat menumbuh kembangkan usaha mereka.
Adanya aspek social kemasyaratan berdasar karena keinginan untuk membantu mereka yang Dhu’afa dan miskin (miskin ilmu, miskin keyakinan dan miskin harta) semoga kita  tidak terkena ayat sebagai orang yang mendustakan agama, jadi program kedepan pembebasan biaya fakir miskin, anak yatim, dan Dhua’fa dari biaya sekolah pendampingan miskin dan pembinaan, home industry bagi ibu-ibu rumah tangga.

Kemudian adanya rumah sehat dan taman herbal yaitu tujuannya bagaimana kita memperkenalkan Thibbun Nabawiy Rasulullah contohkan, begitu pula dengan konsep Back to Nature, sekaligus memberi pelayanan herbal sebagai obat dan Bekam sebagai tata cara yang diicontohkan rasul untuk mengobati berbagai penyakit.
Dan tidak kalah pentingnya pula ialah perlunya kita menpersiapkan generasi Rabbani yang harus mempunyai pola pikir untuk mau dan sudah akan kewajibannya terhadap peradaban islami ini, sehingga  anak-anak kita sekaligus generasi kita harus mnewariskan cita-cita, visi dan misi serta ghirah Islam orang tuanya sehingga mereka punya tanggung jawab melanjutkan estafet perjuangan yang tidak pernah mati yaitu demi tegaknya agama Allah dan membuminya syariat Allah dimuka bumi ini.
Allah Akbar, wala haula wala quata illa billah, generasi yang kita idamkan adalah generasi Rabbani yang Qarratu A’yun yang cerdas dan punya kemandirian istiqamah memegang prinsip, tak ada yang dia takuti kecuali Allah, hanya kepada Rabbnya pengabdiannya cintanya dan loyalitasnya, bahkan rela mengorbankan apa saja yang mereka miliki  demi kejayaan Islam dan demi berusaha menyebarkan indahnya ber Islam, Cikal bakal lahirnya generasi ini tidak mungkin tanpa kerja keras, dukungan yang total, serta prinsip kerja baja yang mengiringinya, dibutuhkan rasa tanggun jawab yang besar, rasa amanah yang kuat usaha tanpa putus asa dan semangat yang tak pernah padam sekaligus doa yang tak pernah putus.
Olehnya itu dukungan doa, moril maupun materil sangat kami harapkan untuk menjadikan mimpi indah ini jadi kenyataan, semoga setiap yang kita bantukan jadi amal jariah bagi kita kelak sekaligus menjadi proyek raksasa ini menjadi atsar (bekas-bekas amalan kita semua) yang akan menjadi kebanggan kita di padang mahsyar. didunia saja malaikat langit dan bumi terkagum-terkagum dan bertasbih, mendoakan kita semua, dan pada akhirnya kita akan dikenang sepanjang masa, didoakan dan ditangisi kepergian kita karena cita-cita kita hidup dihati mereka, mendarah daging disekujur tubuh mereka, yang pada akhirnya kita meninggalkan amalan ini semua akan menjadi amal jariah buat kita semua yang telah menanamnya. Amiin , amiin ya Rabbal Alamii


Tidak ada komentar:

Posting Komentar